Bahasa Indonesia, SMP, Topik Belajar

Cara Mudah Membuat Teks Eksposisi yang Tepat | Bahasa Indonesia Kelas 8

Teman KOCO masih ingat nggak dengan materi tentang teks eksposisi? Pasti sudah paham dong tentang ciri, struktur, hingga kaidah kebahasaannya? Soalnya dalam materi kali ini kamu akan belajar mengenai bagaimana cara membuat teks eksposisi yang baik dan benar. Kalau kamu lupa langsung cek blog KOCO Star ya! Nah, buat kamu yang masih inget yuk langsung simak penjelasan di bawah ini!

Review Singkat

Sebelum membuat teks eksposisi, Minco mau review kembali nih tentang teks eksposisi buat kamu. Jadi, teks eksposisi adalah teks yang berisi informasi atau pengetahuan mengenai suatu topik yang ditulis secara singkat dan disertai dengan pendapat dari penulis.

Teks eksposisi ini terbagi menjadi tiga bagian, yakni tesis atau pernyataan pendapat, rangkaian argumen, dan penegasan ulang. Setiap bagian mengandung fakta yang dapat memperkuat gagasan sehingga dapat meyakinkan pembaca dan dapat dipertanggung jawabkan keasliannya.

Dalam penulisannya, teks eksposisi menggunakan bahasa yang baku, kalimat yang sesuai standar PUEBI, serta ditulis secara singkat dan padat. Selain itu, teks ini juga menggunakan berbagai kata khusus seperti kata-kata teknis, rujukan, denotatif, persuasif, hingga kata yang menunjukkan argumentasi.

Nah, bagaimana sudah ingat kembali materi ini? Yuk, sekarang kita cuss membuat teks eksposisi!

Cara Membuat Teks Eksposisi

Teks Eksposisi
Cara Membuat Teks Eksposisi

Ada beberapa cara yang harus kamu lakukan untuk bisa membuat teks eksposisi yang tepat, yaitu:

Pertama: Tentukan tema

Hal pertama yang harus kamu lakukan ketika ingin membuat teks eksposisi adalah menentukan tema, topik, atau permasalahan yang akan dibahas. Tujuannya agar tulisan kamu menjadi lebih jelas arahnya kemana. Tulisan kamu pun akan lebih mudah dipahami oleh pembaca, sebab kamu fokus membahas hal yang sama dari awal hingga akhir.

Coba bayangkan jika teks yang kamu buat arahnya tidak jelas atau antara topik dan isinya tidak nyambung. Pasti akan membingungkan para pembaca. Maka dari itu, tentukan apa yang ingin kamu bahas. Cara gampangnya, kamu bisa mengambil topik yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial atau berita. Misalnya tentang kesehatan mental di kalangan pelajar, film produksi Marvel yang akan tayang tahun ini, dan sebagainya.

Kedua: Riset

Cara selanjutnya yaitu kamu harus melakukan riset atau mengumpulkan sumber referensi untuk bahan tulisan kamu. Karena teks eksposisi berisi tentang informasi yang nyata dan benar-benar terjadi, maka kamu harus mencari sumber yang kredibel untuk mendapatkan informasi dan fakta yang valid.

Semakin banyak kamu memasukkan sumber yang terpercaya, maka akan semakin baik tulisan kamu. Dengan begitu, para pembaca pun menjadi tahu lebih banyak tentang informasi yang kamu berikan.

Selain itu, jika kamu ingin memasukkan data atau hasil survey untuk memperkuat gagasan, usahakan untuk menggunakan data yang paling terbaru. Hal ini akan membuat tulisan kamu relevan dengan kondisi saat ini.

Ketiga: Buat kerangka tulisan

Langkah ketiga dalam membuat teks eksposisi yaitu membuat kerangka tulisan. Melalui kerangka tulisan ini, kamu bisa mengetahui hal-hal apa saja yang perlu kamu tulis dalam teks.

Bagi teks menjadi tiga bagian berdasarkan strukturnya, yaitu tesis, rangkaian argumen, dan penegasan ulang. Cara ini akan memudahkan kamu untuk menulis secara sistematis dan teratur.

Keempat: Kembangkan kerangka tulisan

Terakhir, kembangkan kerangka tulisan yang sudah kamu buat sebelumnya agar tulisan kamu semakin jelas dan kaya akan informasi. Tidak hanya itu saja, melalui pengembangan ini teks eksposisi kamu bisa menjadi lebih terstruktur sehingga tidak akan membingungkan ketika dibaca.

Pastikan juga pada step terakhir ini untuk mengecek ulang kalimat, penulisan, serta kaidah kebahasaannya. Segera perbaiki jika ada kesalahan kata atau informasi dalam teks.

Pola Pengembangan Teks Eksposisi

Teks Eksposisi
Pola Pembangunan dalam Teks Eksposisi

Teks eksposisi mempunyai beberapa pola dalam penulisannya. Pola-pola ini dapat membuat teks menjadi lebih bervariatif. Berikut penjelasannya:

Pola umum khusus

Teks eksposisi yang menggunakan pola pengembangan ini akan menempatkan ide pokok di awal paragraf. Kemudian ide-ide penjelas atau khusus diletakkan setelahnya. Pola seperti ini bisa disebut juga sebagai paragraf deduktif.

Pola khusus umum

Kebalikan dari pola yang pertama, pola khusus umum akan menampilkan ide-ide khusus terlebih dahulu baru selanjutnya diikuti oleh ide umum. Bagian akhir teks pada pola ini akan berfungsi sebagai kesimpulan atau rangkuman dari gagasan sebelumnya.

Pola ilustrasi

Seperti namanya, pola yang ketiga ini akan menambahkan ilustrasi untuk memperjelas informasi di dalam teks. Tidak hanya itu saja, ilustrasi juga bisa digunakan sebagai bukti pendukung sebuah pendapat. Ilustrasi ini biasanya berupa gambar, diagram, maupun video.

Pola perbandingan

Melalui pola perbandingan ini, biasanya pembaca menjadi lebih yakin dengan informasi dan pendapat yang kamu berikan. Kamu bisa mencari perbandingan yang apple to apple dan mampu membuat pendapat kamu menjadi lebih unggul.

Contoh Teks Eksposisi

Agar kamu semakin mudah dalam membuat teks eksposisi, kamu bisa melihat contoh teks di bawah ini:

Budaya Tradisional Semakin Tergerus

Tesis:

Banyak aspek yang telah dicapai bangsa Indonesia pada 70 tahun usia kemerdekaan yang perayaannya telah berlangsung. Namun kenyataannya, pencapaian ini hanya sebatas keberhasilan secara fisik. Kemampuan bangsa Indonesia untuk bersaing di bidang seni budaya, khususnya seni dan budaya tradisional, masih tertinggal jauh dibandingkan negara lain.

Argumentasi:

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keragaman seni budaya tradisional. Tentunya Indonesia dapat bersaing dalam bidang seni budaya dengan negara lain. Generasi muda sebagai pewaris budaya tradisional harus dimotivasi untuk melestarikannya. Semangat pengembangan budaya harus ditanamkan sejak dini. Generasi muda dapat mengembangkan budaya tradisional tidak hanya di negeri sendiri, tetapi juga di kancah internasional.

Pengembangan seni budaya Indonesia pada era globalisasi mengalami kendala besar. Saat ini masyarakat sudah terimbas dari efek globalisasi. Banyak cerita atau budaya tradisional yang dimiliki bangsa Indonesia terlupakan. Budaya tradisional semakin tergerus dengan modernisasi budaya dari luar negeri.

Penegasan ulang:

Kondisi seni budaya tradisional perlu menjadi perhatian semua pihak. Kondisi tersebut harus menjadi pemicu berbagai pihak untuk melestarikan seni budaya tradisional. Dengan demikian, budaya Nusantara dapat dibangun di negeri sendiri. Budaya nusantara mampu sejajar dengan budaya negara lain. Jadi, tidak ada yang akan memandang budaya Nusantara dengan sebelah mata lagi.

Sumber: Buku CMS Cara Menguasai Soal Bahasa Indonesia SMA dan MA Latihan Soal dan Pembahasan HOTS.

Bagaimana, Teman KOCO? Membuat teks eskposisi tidak sesulit yang kamu bayangkan, bukan?

Kalau kamu ada pertanyaan seputar teks eksposisi ini, tulis di kolom komentar, ya. Jangan lupa juga untuk sering-sering latihan menulis teks eksposisi atau menonton video untuk meningkatkan pemahaman kamu mengenai teks eksposisi ini.

Kamu bisa mendownload rangkuman materi gratis, menonton video pembelajaran dan bertanya langsung dengan guru menggunakan KOCO Star lho!  

Klik banner dibawah ini untuk dapatkan aksesnya. 

koco star


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *